Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juli 2014

Indahnya Perbedaan

Aku mengungkap dengan mengejaMu walau terbata
melalui sepenggal kata yang mampu kumaknai
Tak semua memang
Tapi tak berarti sia-sia pula
Bukankah bagiMu proses adalah segalanya?
Ya,, walau masih terbata, Aku akan terus mengeja

Senin, 21 Januari 2013

Benang Raj atau Fatamorgana

Aku berpikir di bayang mentari
masih akan terbitkah esok hari
Aku mengharap malam
masihkah akan menjelang

Jumat, 18 Januari 2013

Senin, 07 Januari 2013

Nglembah


Kuraup malam, mendesir angin menuju bayu
Luruh lelahku, melebur jadi kerikil jalanan

Ngilu Teman Spesial

Sebenarnya, ada hati yang merasa sakit sendiri
Saat kau beri tahu aku, kau butuh yang lain
Untuk membawakan jelaga tua yang lain
Untuk membawakan jelaga tua berisi kotak

Senandung Gelisah bagi Kekasih

Sampaikan pada kekasihku yang tersimpan di dalam hati
Sampaikan pada kekasihku yang entah di antah berantah mana ia

"PACARAN," BYE!!!

Romansa kehidupan berkelana dalam kepingan
Menyiratkan tetes demi tetes berbaur kerisauan

Lelana Kelabu

Dalam kelam
ada rindu yang menyeruak
sampai dasar-dasar penghabisan

Sulit

Sulit rasanya
mencipta sajak tentang cemburu
sebab ia lahir bukan dari hati yang tulus
Terkadang

Kepada Daun-daun yang Telah Menguning


Semburat kelopak pada tangkai lunglaimu telah terkoyak
Tersapu segala angan menuai desiran yang menyejukkan

Yang Kucari

Aku melaju dalam hangat indera
Menyeruak sesak dalam kerumunan seribu wajah

Jumat, 28 Desember 2012

Renung Sejenakku Pagi ini


Semburat cahaya mulai menyingsing dari peraduannya di ufuk Timur
Perlahan menyamarkan kabut tipis yang tengah menyelimuti sebagian Kota Wali
Belum genap 60 menit Aku duduk terdiam di beranda, awan kelabu pun menyelimuti menggantikan kabut tipis yang dengan eloknya melenggang pergi

Koma,,,


Menatapmu tertanam di lembar-lembar kepastian, seperti menatap bayangku pada cermin yang patah
Kelabumu adalah merahmu
Maka tetaplah merekah meski kuncup telah layu

*Rindu Cemara

Wajah terasah marah
Sketsa abu-abu memerah
Rasio merekah
Tak tahan menyimpan amarah